TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat industri hilirisasi terkemuka di Indonesia.
Dengan kekayaan sumber daya alam, potensi energi melimpah, serta kawasan industri yang terus berkembang. Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kaltara sebagai pusat hilirisasi berbasis energi hijau.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi Bahlil Lahadalia menyampaikan, Kaltara merupakan provinsi yang kaya dan hanya perlu dipoles serta dimaksimalkan pengelolaannya.
Menurutnya, provinsi termuda di Kalimantan ini memiliki sejumlah keunggulan strategis yang sangat mendukung pembangunan kawasan industri modern.
“Kaltara akan dijadikan pusat industri hilirisasi yang berbasis pada energi hijau. Ini bukan hanya rencana, tetapi sudah berjalan melalui pembangunan kawasan industri yang mulai kita bangun empat tahun lalu,” ujarnya, Minggu (30/11).
Ia menjelaskan, Kaltara memiliki cadangan energi listrik yang sangat besar. Terutama dari potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Salah satu proyek PLTA kini sudah dalam tahap pembangunan dan menjadi yang terbesar di Indonesia.
“Energi bersih ini diharapkan menjadi sumber utama dalam menjalankan aktivitas industri hilirisasi di kawasan tersebut,” terangnya.
Dalam pemaparan master plan Satgas Industrialisasi, Bahlil menegaskan, arah pembangunan kawasan industri di Kaltara akan berorientasi pada green energy dan green industrial. Produk-produk yang dihasilkan dari industri berbasis energi hijau memiliki nilai jual jauh lebih tinggi, dibandingkan produk industri konvensional.
“Kaltara punya posisi strategis, menjadi titik penghubung antara Sulawesi dan Kalimantan. Serta memiliki bahan baku yang melimpah. Ini membuat Kaltara sangat berfungsi sebagai pusat pengembangan industri masa depan,” terangnya.
Dengan kekayaan sumber daya alam seperti tambang dan energi, dukungan pembangunan PLTA, serta kawasan industri yang terus berkembang. Bahlil optimistis Kaltara akan menjadi salah satu pusat hilirisasi hijau terbesar di Asia Tenggara.
“Pemerintah berharap transformasi ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, dan membuka peluang kerja luas bagi masyarakat setempat,” tutupnya. (kn-2)