TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan kembali menggelar razia atau penggeledahan rutin di blok serta kamar hunian warga binaan.
Ini sebagai langkah memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (29/11) ini dipimpin langsung Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) Ahmad Ali, bersama jajaran pengamanan.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Jupri mengatakan, razia diawali apel regu pengamanan sebagai bentuk pengecekan kesiapsiagaan petugas sebelum memasuki blok hunian. Seluruh petugas dilibatkan untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai standar operasional. Dengan tetap memperhatikan prinsip humanis dalam penanganan warga binaan.
“Langkah penguatan pengamanan ini merupakan bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Terutama dalam mencegah peredaran narkoba, penipuan berbasis berbagai modus, serta potensi gangguan lainnya di lingkungan Lapas maupun Rutan,” jelasnya, Minggu (30/11).
Sebelum proses penggeledahan dimulai, warga binaan diarahkan keluar kamar secara tertib dan berbaris rapi di area yang telah ditentukan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan badan. Untuk memastikan tidak ada barang berbahaya atau benda yang berpotensi menggangu keamanan.
Usai pemeriksaan badan, petugas melanjutkan penggeledahan di dalam kamar hunian. Seluruh area diperiksa secara menyeluruh, mulai dari tempat tidur, lemari, celah dinding, hingga ruang penyimpanan pribadi. Pemeriksaan detail ini dilakukan untuk memastikan tidak ada benda terlarang yang disembunyikan maupun potensi kerawanan lainnya.
Jupri menegaskan, razia rutin menjadi salah satu komitmen utama dalam menjaga keamanan internal. Ia menilai langkah ini penting untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif dan terkontrol.
“Razia akan terus kami lakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas keamanan di dalam Lapas. Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari upaya preventif untuk mencegah gangguan yang dapat merugikan warga binaan maupun petugas,” ujar Jupri.
Seluruh hasil pemeriksaan telah diinventarisasi sesuai prosedur untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Jupri menambahkan, akan terus memperkuat sinergi internal, serta meningkatkan kedisiplinan personel pengamanan guna memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.
“Dengan pelaksanaan razia rutin ini, kami berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman, tertib, dan terkendali. Demi mendukung keberhasilan pembinaan warga binaan,” harapnya. (kn-2)