TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) berupaya pengembangan konektivitas udara, sebagai strategi mendorong masuknya investasi dan meningkatkan mobilitas masyarakat.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Kaltara dalam memperkuat posisinya sebagai gerbang perbatasan Indonesia. Yang terhubung langsung dengan pusat-pusat ekonomi di Asia Tenggara. Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP Kaltara Rahman Putrayani mengungkapkan, pemerintah provinsi saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah maskapai asing.
Salah satunya AirAsia serta maskapai Malaysia lainnya, yang menunjukkan minat membuka rute penerbangan internasional menuju Kalimantan Utara.
“Sudah ada komunikasi dari pihak AirAsia dan juga beberapa maskapai di Malaysia. Masih dalam tahap penjajakan,” ujarnya, Selasa (2/12).
Penjajakan ini dilakukan seiring dengan proses penyelesaian peningkatan fasilitas Bandara Internasional Juwata Tarakan yang ditargetkan tuntas pada akhir Desember tahun ini. Rahman menjelaskan, seluruh syarat layanan internasional mulai dari kepabeanan, bea cukai, imigrasi, hingga karantina harus dipastikan siap sebelum bandara beroperasi penuh sebagai pintu internasional.
“Mudah-mudahan targetnya tercapai. Untuk persyaratan, tinggal satu yang belum sepenuhnya siap,” jelasnya.
Menurutnya, aspek yang masih dalam proses penyelesaian adalah layanan keimigrasian. Kesiapannya masih perlu diselesaikan. Meski demikian, Rahman memastikan, seluruh instansi terkait telah berkomitmen mendukung percepatan penyelesaian fasilitas dan standar pelayanan bandara. Tahap finalisasi direncanakan akan dipantau secara menyeluruh pada November mendatang.
Peningkatan konektivitas udara merupakan bagian penting dalam strategi besar pemerintah, untuk memperluas peluang investasi. Keberadaan rute internasional diyakini akan mempermudah mobilitas investor, pelaku usaha, serta wisatawan mancanegara menuju Kaltara.
“Dengan kedekatan geografis Kaltara dengan Malaysia dan kawasan ekonomi lainnya di Asia Tenggara. Penerbangan internasional akan sangat strategis untuk membuka peluang-peluang baru,” harapnya.
Pemprov Kaltara optimistis, apabila seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu dan maskapai internasional mulai masuk, konektivitas udara akan meningkat signifikan. Langkah ini diharapkan mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor pariwisata, perdagangan. Serta membuka pintu investasi yang lebih besar pada masa mendatang. (kn-2)