TARAKAN – Wilayah utara Sabah, Malaysia, diguncang gempa bumi tektonik pada Minggu (22/2), pukul 23.57.46 WIB. Hasil analisis menyebutkan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,2.
Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, episenter gempa terletak pada koordinat 6,94° LU dan 116,26° BT atau tepatnya di laut sekitar 109 kilometer timur laut Kota Kinabalu, Malaysia. Dengan kedalaman sekitar 628 kilometer.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa dalam akibat aktivitas deformasi pada Lempeng Laut Filipina. Mekanisme yang terjadi sesar geser naik atau oblique thrust-fault,” ujarnya, Senin (23/2).
Berdasarkan hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap). Gempa tersebut menimbulkan guncangan di wilayah Nunukan dengan intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti truk berlalu.
“Sementara di Tarakan guncangan tercatat pada skala II MMI, yakni dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. BMKG memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.
Kepala BMKG Kota Tarakan Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, secara umum kondisi cuaca di Tarakan dan sekitarnya diperkirakan didominasi berawan hingga hujan ringan pada waktu-waktu tertentu. Suhu udara berkisar antara 24–32 derajat Celsius dengan kecepatan angin relatif ringan.
“BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di laut atau wilayah pesisir. Untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini guna mengantisipasi potensi perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” tuturnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi. Seperti Instagram dan Twitter @infoBMKG, situs resmi bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG. (kn-2)